Tips Memilih Direct Box untuk Bass, Keyboad dan Gitar Akustik (bagian 1)

Publish on June 15th, 2017

Hanya sedikit artis atau sound engineer yang benar-benar mempertimbangkan dalam memilih direct box. Kebanyakan dari mereka, biasanya hanya tinggal meng-konek-kan instrumen mereka dan berasumsi bahwa suaranya akan keluar dari PA atau sistem rekaman dengan bagus. Apa yang mereka tidak sadari adalah di dalam direct box ini adalah transformer pasif atau juga active buffering amplifier yang menjadi mesin penggerak di direct box ini.

&bsp;
active vs passive DI BOX
 

Inti dari direct box adalah, suatu alat untuk¬†membuat instrumen seperti gitar bass, laptop, dll, menjadi dapat dikoneksikan dengan PA yang jaraknya jauh. Instrumen-instrumen seperti tersebut diatas menggunakan koneksi kabel high impedance (impedansi tinggi) dan unbalanced, dimana hanya terbatas menggunakan kabel paling maksimal 8 meter sebelum noise menjadi sangat terdengar. Sebagai contoh, gitar bass Fender Jazz Bass, load dari kabel sepanjang 100 meter akan dapat mempengaruhi tone suara dari instrumen tersebut. Maka dari itu, direct box digunakan untuk mem’balance’kan sinyal tersebut dari gangguan magnetik dan merendahkan impedansi sehingga dapat menggunakan kabel sepanjang 100 meter tanpa pengurangan sinyal.

 

Ada dua kategori dalam direct box: pasif dan aktif. Pertama akan kita bahas adalah DI Pasif.

 

Direct Box Pasif

Cara kerja direct box pasif adalah dengan menggunakan transformer yang di desain secara khusus sehingga depat bekerja membuat sinyal menjadi balance dan mengkonversi impedansi menjadi lebih rendah. Cara kerja DI pasif mirip seperti microphone dinamik, mereka dapat bekerja tanpa menggunakan power tambahan. Dan seperti microphone dinamik, sebuah DI box dengan kualitas yang tinggi seperti Radial JDI dapat di ‘genjot’ dengan gain tinggi dan tetap mengeluarkan suara yang bagus.

 

Radial JDI Stereo

 

Sebuah transformer dapat digambarkan seperti jembatan magnetik dengan input dan output dari masing-masing sisi berupa koil yang dililit kesebuah inti yang di bungkus laminasi tertentu (lihat gambar dibawah..). Transformer merek terkenal seperti Jensen, menggunakan laminasi dengan bahan nikel dan teknik lilitan yang khusus untuk mengurangi distorsi dan group delay. Tidak seperti sirkuit solid state yang dapat memberikan 100% distorsi ketika di ‘push’ melebihi limitnya (rail voltage), transformer biasanya secara bertahap memberikan saturasi alih-alih distorsi.

 Transformer for direct boxpng

Dengan transformer kualitas tinggi, hal ini memberikan sedikit saturasi yang enak didengar atau seperti kompresi yang natural yang sering sekali kita sebut seperti ‘suara vintage’. Ada alasan kuat untuk hal ini, kebanyakan dari peralatan audio vintage menggunakan transformer untuk input dan outputnya. Transformer kualitas tinggi ini sangat susah untuk dibuat dan sangat mahal. Karena hal inilah kebanyakan dari manufaktur audio tidak lagi menggunakan transformer di desain mereka.

 

Jensen TRansformer

 

Karena kapasitas pengolahan sinyal yang besar (high gain) dan tone yang warm, DI pasif banyak digunakan untuk sumber suara yang dinamik seperti bass aktif dan piano digital. Instrumen-instrumen ini akan sering sekali overload ketika memakai DI aktif. Salah satu keunikan transformer adalah dapat meloloskan sinyal AC (Alternating Current) sewaktu mem-block sinyal DC (Direct Current). Salah satu tantangan di dunia audio adalah membuang sinyal hum 50 atau 60 yang sering disebut dengan ground loops. Ground loops dapat disebabkan oleh beberapa hal seperti kondisi ground listrik yang tidak bagus, wiring yang jelek, dan juga sinyal DC liar dari alat-alat lain. Karena bentuk transformer seperti jembatan magnetik, input dan output didalamnya tidak benar-benar terkoneksi secara electrik – input dan outputnya terisolasi satu sama lain. Dengan direct box pasif, masalah-masalah dengan noise biasanya tidak ada lagi.

 

Signal Transformer

Karena di pasif tidak memakai power eksternal, untuk men-drive sinyal dilakukan di pickup instrumen atau amplifier bawaan instrumen. Walaupun DI pasif mempunyai impedansi input sekitar 140.000 Ohm, load dari transformer dan kabel dari pickup dapat mempengaruhi suara. Jadi disarankan ketika menggunakan direct box aktif untuk source yang pasif seperti bass elektrik pasif.

 

Untuk Direct Box Aktif akan kita lanjutkan ke bagian kedua.


Publish on June 15th, 2017

Leave a Reply


Contact Us

Address :
Sunter Agung Perkasa 9, Blok K1, No.4
Jakarta 14350
Indonesia

Phone :
+62-21 65833535

Email :
Sales & Marketing Division - sales@kairosmultijaya.id
Service Division - service@kairosmultijaya.id
Engineering Division - support@kairosmultijaya.id

Follow Us